Masalah dana


Hmmm, ini yang mungkin menjadi faktor terpenting untuk memutuskan untuk menerbitkan buku sendiri. Dana, ya, dana adalah masalah utama selain distribusi bagi seorang penulis yang ingin menerbitkan bukunya dengan sistem self publishing. Oleh karenanya, saya ingin anda mempunyai sebuah gambaran tentang dana yang dibutuhkan untuk self publishing. Yuk, mari kita bahas tentang dana untuk self publishing.

Jika anda bertanya “Berapa dana yang dibutuhkan untuk menerbitkan buku?” Jawaban saya mungkin beragam, karena itu relatif tergantung berapa eksemplar buku yang ingin anda cetak. Tetapi, intinya biaya cetaklah yang paling menghabiskan dana paling banyak dalam self publishing.

Mengenai biaya cetak, sampai sejauh ini biaya cetak untuk sebuah buku dapat diketahui dengan patokan harga jual buku tersebut. Biaya cetak buku adalah di kisaran 1/5 sampai 1/6 dari harga jual buku. Sudah mengerti? Lebih jelasnya, jika harga jual buku anda adalah Rp50.000,00 biaya cetak berkisar antara Rp8.000,00 sampai Rp10.000,00. Saya kira dengan pemahaman seperti ini, anda dapat membuat sebuah gambaran tentang dana yang diperlukan untuk buku anda nanti. Tetapi, bagaimana menentukan biaya cetak untuk sebuah buku dilihat dari panjang naskah? Saya akan jelaskan dibawah.

Sebagai contoh, untuk sebuah buku yang diketik dalam format Microsoft Word, dan tebal naskah 170 halaman, jika dicetak menjadi sebuah buku, jumlah halamanya naik menjadi 316 halaman. Dalam hal ini halaman buku tersebut meningkat menjadi 80% dari jumlah halaman aslinya.

Hal diatas bukanlah rumus pasti seperti matematika. Kita harus tetap memperhitungkan kualitas kertas, ukuran fisiknya, serta jenis dan ukuran huruf yang dipakai, bahkan spasi pun dapat mempengaruhi banyak halaman dari sebuah buku. Tujuan saya hanya ingin memberikan anda sebuah gambaran tentang proses cetak sebuah buku. Saya menyarankan anda dapat ke sebuah percetakan untuk menanyakan lebih terperinci.

Kita berbicara tentang sebuah pengetahuan, ya sebuah uji coba dalam hal ini. Jika anda ingin mendapatkan pengetahuan tentang gambaran buku anda bila dicetak nanti caranya sangat mudah. Pertama tentukan spesifikasi untuk buku anda. Contoh, jenis kertas yang dipakai, ukuran fisik buku, ukuran huruf, spasi, dll. Setelah itu, pergilah ke toko buku dan carilah buku yang sama atau mirip dengan spesifikasi buku anda. Telitilah buku tersebut, dan detail-detailnya yang lain. Lalu, anda dapat mengira-ngira biaya cetak buku anda dengan cara melihat harga jual buku tersebut, kalikan dengan total eksemplar buku yang ingin anda cetak, setelah itu, kurangi dengan perkiraan biaya cetak anda. Mudahkan? Masih bingung? Ok, saya menjelaskan lebih terperinci.

Jika buku yang spesifikasinya mirip dengan buku yang ingin anda terbitkan berharga Rp40.000,00. Hitung saja 1/5nya dari buku tersebut. Anda mendapatkan harga Rp4.000,00 per-eksemplar untuk biaya cetaknya. Jika anda ingin mencetak buku anda sebanyak 3000 eksemplar, kalikan saja harga cetak buku yang spesifikasinya dengan buku anda tersebut. Anda akan mendapatkan hasil Rp12.000.000,00 untuk 3000 eksemplar. Ok, anda sudah mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Tetap perlu diingat, bahwa ini hanya sebuah gambaran. Cara terbaik adalah membawa buku yang spesifikasinya mirip dengan buku yang ingin anda terbitkan ke sebuah percetakan, dan biarkan mereka yang menghitung perkiraan harga cetaknya.

Keterangan diatas tadi adalah hanya menjelaskan tentang biaya cetak, anda diharuskan juga untuk memperhitungkan biaya-biaya lainnya seperti biaya pra-terbit, honor editor, honor desainer, atau biaya pasca terbit seperti biaya promosi, dan biaya distribusi, dan masih banyak lagi. Tetapi jika anda menangani semuanya sendiri, itu sah-sah saja. Intinya keputusan ada di anda untuk meminimalkan biaya.

Ya, memang jika ingin menggunakan sistem self publishing idealnya anda harus siap secara dana. Anda harus sehat dari segi financial. Bagaimana jika dana minim? Tenang anda jangan pesimis dulu. Jika dana anda benar-benar minim tetapi masih ingin menerbitkan buku secara self publishing, masih banyak cara kok untuk menutupi kekurangan soal dana tersebut. Saya akan memberikan alternative untuk itu, seperti bagaimana cara mendapatkan sponsor, iklan, dan lainnya yang diangkat langsung dari pengalaman pribadi. Kita akan membahasnya dalam penjelasan tersendiri. Silahkan jelajah blog ini untuk mendapatkan pengetahuan akan hal tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar