Mengirim naskah kepada penerbit


Jika anda bertanya cara paling gampang untuk menerbitkan buku, jawaban saya adalah mengirimnya ke penerbit. Tetapi selalu saja ada masalah untuk hal semudah ini. Banyak penulis yang masih ragu-ragu untuk mengirim naskahnya kepada penerbit dengan bermacam alasan.

Sebenarnya proses menerbitkan buku itu gampang, dan sederhana. Namun, banyak penulis yang melihatnya dari yang sisi sangat negatif, dan terlanjur berpikir negatif sebelum mencobanya. Banyak dari mereka, berpikir buruk seperti, “Naskah saya tidak akan diterima” atau “Pasti keputusan diterima atau tidaknya sangatlah lama” Saran saya, jangan pernah berpikir seperti ini. Mulailah menulis, setelah selesai kirimkan ke penerbit, lalu lupakan dan menulis lagi. Hanya semudah itu.

Ada beberapa syarat jika anda ingin menerbitkan buku, salah satunya adalah mencintai dunia penulisan itu sendiri. Anda harus menjalaninya dengan sepenuh hati dengan ketertarikan luar biasa terhadap menulis. Jika ada sesuatu yang membuat anda terpaksa menulis, lebih baik lupakan, dan mulailah menulis dari awal. Ini adalah salah satu faktor penentu untuk anda menghasilkan sebuah buku yang berkualitas. Nah, jika anda seorang penulis, dan telah menyiapkan sebuah naskah untuk dikirim kepada penerbit, saya akan memberikan tips untuk hal ini.

Setelah naskah anda selesai, mulailah membacanya dari awal, dan lakukan finishing, atau mengeditnya agar sesuai dengan kaidah menulis. Sebenarnya, ketika naskah anda sampai di sebuah penerbit, mereka telah menyiapkan para editor yang siap untuk membedah naskah anda. Tetapi, ada baiknya jika anda menyerahkan sebuah naskah yang baik, dan sedikit koreksi. Hal ini akan membuat penerbit menyukai naskah anda. Saran saya, jangan ragu untuk menyewa jasa editor untuk hal ini.

Jika naskah telah rampung dan siap dikirm, tahan dulu. Ingat, jangan terburu-buru. Anda harus melakukan sebuah langkah yang memuluskan jalan anda untuk menerbitkan buku, yaitu: “Mempelajari karakter penerbit” Ya, hal ini sangat berguna. Mengapa? Karena anda diharuskan untuk memilih penerbit yang mempunyai karakter sejalan dengan naskah anda. Contoh jika penerbit A lebih menyukai menerbitkan novel, tetapi anda mengirimkan sebuah naskah tentang pengembangan diri, sudah barang pasti naskah anda akan ditolak, meskipun naskah anda sangat berkualitas.

Bagaimana cara untuk mengetahui karakter penerbit? Untuk hal ini sebenarnya caranya sangat banyak, dan mudah. Anda dapat mempelajari karater dari penerbit dengan membeli buku mereka. Pergilah ke toko buku, dan lihatlah buku-buku yang mereka terbitkan. Lihat konteks buku-buku tersebut, dan pelajari keinginan penerbit. Selain itu, anda juga dapat bertanya, atau mencari-cari informasi melalui komunitas-komunitas menulis, atau berburu data tentang penerbit dari pameran-pameran buku. Intinya, banyak sekali cara untuk mengetahui karater dari penerbit.

Setelah anda mendapatkan penerbit yang cocok dengan buku anda, dan dirasa sejalan dengan konteks buku anda, maka langkah selanjutnya adalah memastikan naskah anda benar-benar memikat untuk penerbit tersebut. Jika anda ingin membuat naskah yang benar-benar memikat bagi penerbit, salah satu faktor utamanya selain isi naskah tersebut adalah masalah kelengkapannya. Apa saja sih kelengkapan bagi sebuah naskah? Cek dibawah ini:

Sinopsis:
  • Sinopsis sangat diperlukan jika anda mengirim sebuah naskah novel kepada penerbit. Sinopsis ini akan menjadi gambaran awal bagi eorang editor fiksi ditempat penerbit tersebut. Hal ini akan sangat membantu dalam hal pengiriman naskah novel kepada penerbit. Jangan lupa menyertakan synopsis jika anda ingin mengirimkan sebuah novel kepada penerbit

Surat pengantar:
  • Jka anda mengirimkan sebuah naskah kepada penerbit, anda diharuskan menyertakan surat pengantar. Hal ini memang bukan sebagai kewajiban, tetapi sebagai sebuah unsur yang dapat membuat penerbit menjadi tertarik kepada anda. Ingat anda harus mengikuti etika yang berkembang. Jangan main asal kirim, itu sangat tidak sopan. Kita harus berempati kepada penerbit, sehingga mereka dapat melihat keseriusan kita sebagai penulis. Dengan kata lain, surat pengantar adalah sebuah alat untuk memulai sebuah hubungan baik antara penulis dan penerbit.

Biodata penulis
  • Nah, ini dia. Tentunya hal ini adalah hal wajib yang tidak mungkin untuk dilupakan.  Anda harus mengirimkan biodata yang benar-benar jelas dan jujur karena biodata ini nantinya akan dijadikan arsip oleh penerbit. Ini contoh biodata untuk dikirimkan kepada penerbit:
-         Nama pena
-         Nama asli (sesuai KTP)
-         Tempat/tanggal lahir
-         Agama
-         Hobi
-         Status
-         Telepon (Hp, kantor, rumah)
-         E-mail
-         Website/blog
-         Rekening bank
-         Pekerjaan saat ini
Sebenarnya biodata untuk dikimkan kepada penerbit dapat dibagi menjadi 2 jenis. Yang pertama adalah seperti contoh diatas, itu untuk dijadikan arsip penerbit. Yang kedua adalah biodata untuk dicantumkan dalam buku anda.

Segmentasi naskah:
  • Anda harus menyertakan ini jika mengirim sebuah naskah kepada penerbit, karena penerbit sangat menyukai dan membutuhkan keterangan tentang segmentasi buku anda. Keterangan ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan marketing dalam sebuah penerbit. Segmentasi itu adalah targer pasar yang akan anda incar untuk buku tersebut. Contoh, jika anda mengirimkan sebuah naskah novel, anda membidik pembaca kalangan mana? Usia berapa? Komunitas apa? Ingat, penerbit sangat menyukai jika anda menjelaskan tentang segmentasi yang spesifik.
Sebenarnya masih banyak lagi faktor kelengkapan yang dapat membuat penerbit tertarik kepada naskah anda. Yang terpenting adalah mau tidaknya anda untuk berusaha memberikan yang terbaik.

Bentuk naskah yang dikirim
  • Jika anda telah siap sepenuhnya dalam berbagai aspek untuk mengirimkan naskah anda kepada penerbit, sekarang kita akan membahas tentang bagaimana naskah dikirimkan kepada penerbit. Beberapa penerbit memang ada yang menganjurkan mengirim lewat email, namun ini masih teras janggal bagi para penerbit besar. Saran saya, lebih anda mengirimkan naskah anda melalui jasa pengiriman, seperti Pos Indonesia.
  • Cetaklah naskah anda dengan menggunakan printer, naskah diketik dengan MS Word, dan dicetak diatas kertas HVS ukuran kurato. Tidak ada salahnya untuk menjilidnya agar terlihat rapih. Setelah itu masukan naskah kedalam amplop dan kirimkan langsung kepada penerbit yang anda tuju. Semudah itu saja. Selanjutnya, tugas anda adalah menunggu. Ya, menunggu kabar dari penerbit. Tetapi, menunggu adalah pekerjaan yang sangat menyebalkan, bagaimana menyisiasatinya agar tidak membosankan? Jelajah blog ini dan dapatkan tips hal mengenai tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar